ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
ILMU PENGETAHUAN
A.
Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan yaitu suatu
sistem dari berbagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil penelitian
observasi. Dan ilmu itu mempunyai banyak artian dan penjelasan bukan sekedar
pengetahuan, tetapi meresum sekumpulan teori-teori yang di sepakati.
B. 4 Hal
Sikap yang Ilmiah
Sikap ilmiah adalah sikap
yang seharusnya dimiliki oleh setiap ilmuwan dalam melakukan tugasnya
(memelajari, meneruskan, menolak/menerima serta mengubah/menambah suatu ilmu).
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang
bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
Tidak ada perasaan yang
bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif .
Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya
didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis
yang ada
Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap
indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai
kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Beberapa sikap ilmiah lainnya
dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para
ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara lain :
Sikap ingin tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru
dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan
tentang obyek dan peristiea; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin
untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam
menyelesaikan eksprimen.
Sikap kritis : Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti
yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan;
Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain; bersedia mengubah
pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias
pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka
dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai
subjek.
Sikap ingin menemukan : Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru;
kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan
konstruktif; selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang
dilakukannya. Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan
memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun
ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
Sikap tekun : Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi
eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan
–kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia
berusaha bekerja dengan teliti.
Sikap terbuka : Bersedia mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda
dengan apa yang diketahuinya.buka menerima
kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.
TEKNOLOGI
A.
Pengertian
Teknologi
Pengertian Teknologi
Informasi atau disingkat dengan TI atau dalam bahasa inggrisnya disebut dengan
Information Technology yang disingkat dengan IT. Dalam hal ini, pengertian
teknologi informasi merupakan istilah yang umum yang memberikan penjelasan
tentang segala teknologi yang dapat membantu manusia untuk menyimpan, membuat,
mengubah, mengkomunikasikan, dan juga menyebarkan iinformasi
Pengertian teknologi
informasi juga merupakan seperangkat sarana atau alat yang berguna untuk
membantu pekerjaan anda dengan informasi dan melaksanakan tugas yang ada
hubungannya dengan pemrosesan dalam informasi. Dijelaskan dalam pengertian TI
(Teknologi Informasi) ini bahwa Teknologi Informasi tersebut sebagai sarana
atau alat yang dipakai dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan
informasi. Di pengertian TI tersebut juga dijelaskan bahwa hasil informasi yang
diolah tersebut prosesnya memakai suatu alat. Alat tersebut yaitu berupa
komputer dan juga program-progamnya.
B. Fenomena
Teknik pada Masyarakat
Rasionalistas, artinya
tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan
perhitungan rasional.
Artifisialitas, artinya selalu
membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah..
Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan
secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan
non teknis menjadi kegiatan teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling
bergantung.
Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi,
bahkan dapat menguasai kebudayaan.
C. Ciri-Ciri
Teknologi Barat
Ciri-ciri teknologi barat
adalah sebagai berikut:
Bersifat Intensif pada semua
kegiatan manusia.
Cenderung bergantung pada sifat ketergantungan.
Selalu berpikirbahwa barat adalah pusat dari segala teknologi.
ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI,
DAN NILAI
A. Pengertian
Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Nilai
Ilmu Pengetahuan, yaitu:
sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan
sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta
memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.
Teknologi, yaitu: sesuatu
yang berhubungan dengan proses produksi, menyangkut cara bagaimana berbagai
sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk
merealisasi tujuan produksi.
Nilai adalah sesuatu yang
berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu
bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
KEMISKINAN
A. Pengertian
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan
sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok.
Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat
berteduh, dan lain-lain.
B. Ciri-Ciri
Manusia yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Mereka yang hidup di bawah
garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Tidak memiliki faktor-faktor
produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dan lain-lain.
Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan
sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan.
C. Fungsi
Kemiskinan
Pertama, kemiskinan
menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tak terhormat, berat,
berbahaya, namun dibayar murah. Orang miskin dibutuhkan untuk membersihkan
got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja di
pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam. Bayangkan apa yang terjadi
bila orang miskin tidak ada. Sampah bertumpuk, rumah dan pekarangan kotor,
pembangunan terbengkalai, banyak kegiatan ekonomi yang melibatkan pekerjaan
kotor dan berbahaya yang memerlukan kehadiran orang miskin.
Kedua, kemiskinan
memperpanjang nilai-guna barang atau jasa. Baju bekas yang tak layak pakai
dapat dijual (diinfakkan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahhan yang hampir
busuk, sayuran yang tidak laku, Semuanya menjadi bermanfaat (atau dimanfaatkan)
untuk orang-orang miskin.
Ketiga, kemiskinan mensubsidi
berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai
kecil, karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan akibatnya
melipatgandakan keuntungan. Petani tidak boleh menaikkan harga beras mereka
untuk mensubsidi orang-orang kota.
Keempat, kemiskinan
menyediakan lapangan kerja. Karena ada orang miskin, lahirlah pekerjaan tukang
kredit, aktivis-aktivis LSM yang menyalurkan dana dari badan-badan
internasional, dan yang pasti berbagai kegiatan yang dikelola oleh departemen
sosial. Tidak ada komoditas yang paling laku dijual oleh Negara Dunia Ketiga di
pasar internasional selain kemiskinan.
Kelima, memperteguh status
sosial orang kaya. Perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya
baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat
menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.
Keenam, bermanfaat untuk jadi
tumbal pembangunan. Supaya tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota,
pedagang kakilima bila mengganggu lalu lintas ditertibkan (ditangkap,
dagangannya diambil, dan kerugiannnya tidak diganti).
Sumber
https://www.kompasiana.com/afifahnuranisa3072/5dbd09fb097f3652d76d0442/filsafat-ilmu-definisi-ilmu-pengetahuan-dan-speptisisme.
https://ciptadestiara.wordpress.com/category/4-hal-sikap-yang-ilmiah/#:~:text=4%20Hal%20Sikap%20yang%20Ilmiah%2C%20yaitu%3A&text=Sikap%20kritis%20%3A%20Tidak%20langsung%20begitu,berdasarkan%20bukti%2Dbukti%20yang%20kuat.


Komentar
Posting Komentar